Batik Printing alias Batik Sablon

Agustus 21, 2009 at 12:38 pm (Batik, Pembuatan Batik) (, , , )

Demi memenuhi permintaan pasar akan batik yang murah dan dapat diproduksi massal, maka pada awal dekade ’70an mulai muncul industri batik printing. Berbeda dengan batik tulis dan batik cap, batik jenis ini sangat jauh berbeda dalam proses pembuatannya. Batik printing dibuat dengan cara sablon, cara yang umum digunakan dalam pembuatan kaos dan spanduk, tanpa melalui proses pelapisan lilin, pewarnaan, maupun nglorot. Beberapa pengrajin membedakan antara batik printing dengan batik sablon, karena pada prakteknya pembuatan batik sablon, yang notabene dibuat manual, lebih mengarah kepada industri yang berskala lebih kecil disbanding produsen batik printing yang mencetak menggunakan mesin. Tapi jika dilihat dari prinsip dasar pembuatannya, maka tetap saja batik ini dapat dikelompokkan menjadi satu.

Batik sablon

Batik sablon

Pada awal kemunculannya, bahkan sampai saat ini, batik printing dianggap merusak identitas batik itu sendiri. Sebagian pengrajin batik menganggap nilai seni dan budaya batik justru terdapat pada proses pembuatannya yang klasik. Dengan kemunculan industri batik printing, keberadaan pengrajin batik tulis dan batik cap mulai tergeser. Memang batik jenis ini memiliki keunggulan dapat diproduksi secara massal dalam waktu singkat dengan biaya produksi yang relatif rendah sehingga bisa dinikmati konsumen batik dengan harga yang rendah pula.

Terlepas dari kontroversi keberadaan batik printing dan batik sablon, kita harus mampu bersikap bijak. Dengan adanya batik printing masyarakat bisa menikmati hasil budaya bangsanya sendiri dengan harga yang terjangkau, tapi kita juga jangan melupakan budaya membatik menggunakan canting yang sudah turun temurun.

Permalink 1 Komentar

Cara Pembuatan Batik Cap

Agustus 20, 2009 at 11:50 am (Pembuatan Batik) (, , , )

Seiring berjalannya waktu, cara pembuatan batik semakin bervariasi. Yang sudah menjamur dan banyak diminati para penikmat batik adalah batik cap. Pada dasarnya cara pembuatan batik cap sama dengan cara membuat batik tulis, hanya saja pada pembuatan batik cap tidak ada proses molani atau penggambaran pola. Hal ini dikarenakan proses pelapisan lilin dilakukan dengan cetakan atau cap yang sudah berpola.

Melapisi lilin dengan cetakan

Melapisi lilin dengan cetakan

Proses pelapisannya pun jauh lebih cepat karena tidak menggunakan canting akan tetapi langsung dicap dengan cetakan yang sudah dicelup ke dalam lilin cair. Selanjutnya kain tersebut dicelup pewarna dan di-lorot. Untuk lebih jelasnya anda bisa membaca cara pembuatan batik tulis.

Karena prosesnya yang cenderung lebih mudah dan praktis maka harga pemasaran batik cap pun lebih murah daripada batik tulis. Inilah mengapa batik cap lebih diminati masyarakat dewasa ini, selain harganya lebih murah juga karena batik ini menggunakan motif yang lebih modern dan simpel.

Permalink 1 Komentar

Cara Pembuatan Batik Tulis

Agustus 19, 2009 at 6:37 am (Pembuatan Batik) (, , , )

Apakah anda pernah tahu bagaimana batik tulis dibuat?? Kain yang terlihat indah dengan berbagai bentuk ukiran dan motif ini ternyata cukup ribet cara membuatnya.

Kain Mori

Kain Mori

Awalnya batik dibuat dari kain mori yang berwarna putih polos. Kain ini bisa terbuat dari berbagai bahan sesuai dengan kebutuhan; ada katun, katun primis,dobi,dan bahkan sutera. Biasanya kain mori sudah dipotong sesuai dengan kebutuhan sebelum mulai dibatik. Setelah itu dimulailah proses molani atau menggambar motif dengan menggunakan pensil. Beberapa pembatik menggambar motif batik sesuai dengan pakem ataupun tren yang sedang berkembang, tapi ada pula yang menggambar motif sesuai dengan pesanan ataupun menciptakan kreasi motif baru.

Motif yang sudah tergambar di atas kain tersebut kemudian dilapisi lilin dengan menggunakan canting. Pelapisan ini berguna untuk menutup motif agar tidak terkena pewarna saat dicelupkan dalam larutan pewarna. Setelah lilin dirasa cukup kering, barulah kain tersebut dicelupkan pada larutan pewarna.

Ketika dirasa proses pewarnaan sudah merata, maka tahap selanjutnya adalah Nglorot atau melarutkan lilin yang melapisi kain mori tadi. Proses ini dilakukan dengan cara merebus kain yang sudah dicelup larutan pewarna, sehingga lilin yang melapisi kain mori akan larut.

Proses Nglorot

Proses Nglorot

Tapi proses ini tidak akan menyebabkan motif yang sudah digambar akan luntur, karena meski lapisan lilin akan larut ketika direbus akan tetapi tidak semua lilin akan larut (masih ada lapisan tipis yang tertinggal).

Selanjutnya kain batik yang sudah jadi tersebut dijemur sampai kering, baru kemudian siap untuk dipasarkan.

Permalink & Komentar

Next page »